Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Panjenengan punya usaha atau unit bisnis, Monggo saya kasih space untuk berbagi iklan. Tidak ada tarip, Hanya ngisi kotak infaq aja, itupun sa ikhlase mawon. Jika Infaq jenengan kami rasa lebih, Insyaallah akan kita bantu dengan Facebook Adds. Jika infaq panjenengan kami rasa sangat banyak Insyaallah usaha panjenengan akan kami bantu dengan google adds.Hubungi nomer HP Kulo. 088216084858, Sampun saget WA. Matursuwun. Wasalamualaikum.

Filosofi dari secangkir kopi

filosofi kopi

Filosofi dari secangkir kopi. 

Saat ini kopi telah menjadi trend dan gaya hidup, tidak hanya orang tua anak-anak muda pun banyak yang menikmati kopi. Kopi juga telah menjadi media sosialisasi di antara banyak komunitas. Banyak ide-ide cerdas dilahirkan di warung-warung kopi. Bahkan jika kita menengok kebelakang pada masa atau era kemerdekaan para pejuang kita banyak merumuskan perjuangannya di warung kopi. Jadi tidak heran kalau filosofi dari secangkir kopi memiliki semangat yang sangat tinggi.

Dan pada era saat ini pun warung kopi dan tentu kopi nya, menjadi sebuah tempat yang populer. Mungkin tidak berlebihan jika anak muda gaul adalah anak muda yang sering nongkrong di warung kopi, padahal belum tentu mereka suka minum kopi. Karena yang ada di warung kopi tidak hanya menjual minuman yang berbahan dasar kopi saja. Sekali lagi suka atau tidak suka, di akui atau tidak warung kopi dan filosofi secangkir  kopi telah merubah warna hitam dan putihnya bangsa ini.

Kopi tidak hanya sekedar sebuah minuman lebih dari itu kopi memiliki filosofi dan bisa jadi lambang sebuah perjuangan yang gigih dan keras. Bagi sebagian pencinta kopi seperti saya misalnya, Kopi telah menjadi sebuah candu yang mampu meningkatkan semangat, ide dan kreatifitas. Contoh kecil saja, saat jam istirahat telah usai (sebagian orang termasuk saya menggunakan jam istirahat kerja untuk sekedar tidur sebentar). Biasanya lemes dan tentu masih sedikit ngantuk maka dengan menyeruput kopi panas maka semangat kerja akan kembali datang mengusir ngantuk dan rasa males.

Dari masa ke masa dari generasi ke generasi kopi terus berevolusi, rasa, warna, harga dan penyajian selalu ada yang berbeda. Bahkan untuk kelas atau level ekonomi tertentu rasa sebuah kopi dihargai dengan harga yang menurut saya sebagai pekerja kasar tidak masuk akal. Ada harga segelas kopi sama dengan sehari gaji saya. Di negara berkembang seperti Indonesia tercinta ini segelas atau secangkir kopi seharga 100-150 ribu rupiah itu sangat fantastis. Entah seperti apa rasa kopi yang harganya segitu, mungkin kopi yang sengaja di import dari surga yang ada di langit sana. Namun kata teman-teman rasanya tidak jauh beda dengan rasa kopi yang sering saya minum. Mungkin yang mahal adalah tempat dimana kopi itu di seduh dan diminum. Ya mereka tidak hanya menjual kopi akan tetapi juga menjual tempat dan nama. Namun jika orang sudah kecanduan kopi yang penting ada uang semahal apapun kopi tersebut pasti akan mereka beli.

Dari jenisnya kopi bisa kita bedakan menjadi beberapa jenis. Di Indonesia, yang biasa di tanam petani adalah kopi dari jenis Robusta, Arabicca dan Brazilia. Dari tiga jenis kopi tersebut muncul lagi banyak nama kopi baru,  ini di sebabkan adanya proses akhir dari pembuatan kopi. Misalnya kopi Luwak (Luwak Coffee), Caffucino, Moccacino, Gelattos, espresso  dan lain-lain. Apapun selang sengketa dan kontroversi tentang kopi, filosofi secangkir kopi telah membawa banyak perubahan bagi sebuah bangsa termasuk bangsa Indonesia.

Kami adalah perusahaan jasa perikalnan online terbesar ketiga di dunia. Bergabunglah bersama kami, Dan nikamtilah kehidupan yang layak, seperti kehidupan masyarakat di negara-negara maju lainnya. Uptopromo untuk anda yang mau bekerja dari tempat anda duduk sekarang.